Dari berbagai artikel kesehatan yang saya baca, ahli kesehatan mengungkapkan bahwa kondisi kesehatan manusia sangat dipengaruhi oleh pola pikir. Orang yang dalam hidupnya tertekan oleh pikiran berat akibat masalah yang sedang dihadapi akan menerima respon negatif dari tubuhnya berupa gangguan kesehatan. Itulah sebabnya orang yang sedang sakit diminta untuk istirahat dan tidak memikirkan hal-hal yang berat.

Saya teringat sebuah anekdot yang menceritakan seorang pasien yang baru sembuh dari sakit. Ketika akan keluar dari rumah sakit mendadak sakitnya kambuh lagi. Ia pun segera dilarikan ke ruang unit gawat darurat. Setelah dicari tahu ternyata penyebab sakitnya kambuh adalah karena pasien tersebut kaget membaca daftar tagihan biaya pengobatan selama di rumah sakit yang disodorkan kasir.

Selama masih hidup maka otak manusia akan selalu dihinggapi pikiran. Saya pernah mendengar ada teman yang mengucapkan “saya nggak mau mikirin masalah itu.” Meskipun dia mengatakan tidak mau memikirkan masalah itu, tetapi sebenarnya dia sedang berpikir bagaimana caranya untuk tidak memikirkan masalah tersebut. Manusia tidak bisa menghilangkan sesuatu dari pikirannya begitu saja tetapi yang bisa dilakukan adalah mengalihkan pikiran. Misal seorang perempuan yang sedang diet ketat. Ia tidak mau memikirkan tentang makanan. Dia mengalihkan rasa laparnya dengan memikirkan bahwa sebentar lagi dia akan punya badan yang langsing. Dengan memiliki badan langsing dia akan terlihat cantik mengenakan model pakaian apapun. Tubuh langsing membuat dia tidak perlu lagi diet ketat sehingga bisa makan makanan apapun. Lho tuh kan balik lagi mikirin makanan, he he he.

Pola pikir selain memberikan pengaruh besar terhadap kesehatan juga memberikan pengaruh besar terhadap masa depan seseorang. Dari beberapa biografi orang sukses yang pernah saya baca, terlihat bahwa orang sukses cenderung memiliki pola pikir yang sama yaitu memikirkan bahwa apa yang mereka lakukan pasti berhasil. Meskipun dalam proses perjalanan mereka mengalami beberapa kali kegagalan, pikiran pasti berhasil ini memotivasi mereka untuk terus berusaha dan pantang menyerah. Contoh klasik yang sering diceritakan para motivator adalah kegigihan Thomas Alfa Edison dalam menemukan bola lampu. Konon dia melakukan seribu kali percobaan yang penuh kegagalan sebelum akhirnya berhasil. Coba kita pikirkan kalau seandainya Edison pada kegagalan pertama tidak mau lagi memikirkan cara yang lain, maka saya pikir kita semua di saat malam sudah pada mikir ngapain ya enaknya gelap-gelapan.

Beberapa ahli berpendapat pola pikir berpengaruh besar terhadap kesehatan karena pada saat manusia sudah tidak mampu lagi berpikir atau otaknya berpikir dengan sangat keras maka dia akan mengalami penurunan daya tahan tubuh. Manusia yang daya tahan tubuhnya menurun akan mudah terserang penyakit. Untuk itu ada baiknya kita mengetahui beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menata pola pikir kita sehingga seberat apapun masalah yang dihadapi bisa teratasi dengan baik. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan, jangan teralu lama mikir apakah sebaiknya tips ini dicoba atau tidak. Nanti kelamaan mikir malah jadi kepikiran, he he he.

1. Ingatlah semua masalah pasti ada jalan keluarnya. Ini bukan kata saya melainkan firman Allah SWT “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Asy Syarh: 5-6). Tuhan sudah menegaskan bahwa sesudah kesulitan itu ada kemudahan, maka tugas manusialah untuk berusaha dan berpikir untuk mencari kemudahan atau solusi masalah yang dihadapi.

2. Sudah menjadi kodratnya manusia butuh teman untuk curhat. Namun pilihlah teman curhat yang bisa dipercaya dan bisa memberikan kita solusi positif. Bukan teman curhat yang malah menambah pikiran kita. Jangan juga teman curhat yang dia sendiri juga sedang banyak pikiran. Nanti masalah kita tidak selesai dia malah jatuh sakit karena kepikiran tidak bisa membantu mengatasi masalah kita.

3. Berpikiran positif. Ini sangat membantu kita untuk tidak terlalu dini memvonis diri secara negatif. Misalnya dengan mengatakan “waduh masalah ini berat sekali buat saya.” Atau kata-kata “saya sudah tidak sanggup lagi.” Pikiran positif bekerja untuk memotivasi kita bahwa kita sanggup mencari jalan keluar. Setidaknya pikiran positif ini mengingatkan kita kepada firman Allah SWT dalam surat Al-Baqarah ayat 286 bahwa Allah tidak membebani seseorang diluar kemampuannya.

Pola pikir atau yang sering disebut orang barat dengan mindset sangat memiliki peran dalam kehidupan manusia. Sebaiknya pola pikir dikendalikan oleh pikiran postif karena pikiran positif membuat manusia selalu optimis. Tentu saja sebaik-baiknya optimis adalah optimis yang wajar. Teman saya seorang pria yang berpenampilan biasa saja dan memiliki ekonomi pas-pasan optimis akan mendapatkan jodoh yang cantik dan kaya raya. Boleh saja dia berpikiran optimis seperti itu meskipun dalam hati kecilnya saya tahu dia sebenarnya ingin mengatakan bahwa dia optimis untuk ditolak. He he he. Bisa saja pikiran saya salah.

Tulisan ini pernah dimuat di inilah.com 11 Juni 2014