Fenomenal dan terkenal merupakan dua hal yang bergandengan. Jika seseorang membuat karya yang fenomenal, maka tak dapat dihindari dia akan menjadi terkenal. Albert Einstein melahirkan karya fenomenal teori relativitas yang membuat dirinya terkenal hingga sekarang. Ada beberapa tokoh dunia lain yang telah meninggal sejak lama namun namanya tetap terkenal sampai sekarang. Salah satunya adalah penemu lampu pijar, Thomas Alva Edison. Bicara mesin uap, maka tak bisa dilepaskan dari nama James Watt.

Di era sekarang, kita juga mengenal banyak orang yang menjadi terkenal karena karya fenomenal yang dibuatnya. Bill Gates dengan Microsoft, Steve Jobs dengan Apple, Mark Zuckerberg dengan Facebook serta masih banyak lainnya. Di Indonesia juga banyak anak muda yang terkenal karena karya fenomenal yang dibuatnya. Semasa masih bekerja di Hard Rock Café Jakarta, nama Yoris Sebastian menjadi populer karena program musik I Like Monday yang digagasnya. Karya fenomenal ini membuat nama Yoris dikenal di dunia kreatif hingga kini.

Era digital memunculkan nama-nama yang mendadak terkenal karena karya-karya fenomenal mereka. Beberapa nama diantaranya adalah Nadiem Makarim pendiri Gojek dan Ahmad Zaky pendiri Buka Lapak. Karya fenomenal yang mereka hasilkan membuat mereka menjadi pemberitaan media serta diundang sebagai pembicara di berbagai seminar yang kemudian tanpa dapat dihindari membuat mereka terkenal.

Sebaiknya tiap orang, apapun profesinya baik pengusaha, profesional, atau karyawan harus memiliki karya fenomenal. Misalnya, jika Anda adalah manajer penjualan di sebuah perusahaan maka Anda bisa membuat karya fenomenal dengan meningkatkan omset penjualan perusahaan naik 10 kali lipat. Sebuah prestasi yang belum pernah dibuat oleh manajer sebelumnya dan sulit dipecahkan oleh manajer setelah Anda. Karya fenomenal menjadi prestasi yang mendorong karir Anda semakin cerah.

Hal yang sangat saya syukuri dalam perjalanan karir saya adalah ketika saya membuat karya fenomenal yaitu melakukan pementasan Stand Up Comedy di Gedung Kesenian Jakarta pada 6 Maret 2004. Inilah yang membuat saya dikenal sebagai pelopor Stand Up Comedy hingga sekarang. Saya orang Indonesia pertama yang melakukan Stand Up Comedy di televisi bahkan dalam siaran langsung dan rutin setiap minggu di RCTI. Karya fenomenal ini yang menghantarkan saya dikenal masyarakat luas hingga sekarang. Memudahkan jalan saya berkarir sebagai komedian dan motivator.

Tulisan ini pernah dimuat di UCWEB April 2017